website single page

Benarkah Website Single Page Tidak SEO Friendly?

Posted on Posted in SEO

Benarkah Website Single Page Tidak SEO Friendly? – Penggunaan website single page atau satu halaman sepertinya sedang trend, baik untuk personal maupun bisnis. Tapi tahukah Anda bahwa itu tidak SEO friendly?

Jika Anda tengah membangun sebuah web untuk keperluan bisnis, Anda mungkin akan pernah mendengar istilah single page website atau website satu halaman.

Sederhananya, single page ini adalah sebuah page (halaman) dalam bentuk HTML, dan semua yang adalah website ada pada satu halaman tersebut.

Biasanya, website single page ini memiliki beberapa menu di atas. Namun, bukan mengarah ke page atau situs lain, tetapi ke salah satu bagian pada halaman tersebut, bisa ke atas atau ke bawah page itu sendiri.

Memang, website single page ini terlihat trendi dan mewah.

Itulah sebabnya banyak pebisnis yang mulai menerapkan single page dalam berpromosi.

Namun, single page ini juga memiliki beberapa kekurang, salah satunya adalah SEO (Search Engine Optimazation).

Apakah Anda juga perlu menerapkannya untuk bisnis Anda?

Tapi bagaimana cara Anda untuk memanfaatkannya sementara untuk SEO kurang baik?

Mari kita bedah satu-persatu..

Langkah 1, Memutuskan Apakah Website Single Page Bagus untuk Bisnis Anda

 

Jika tujuan utama kita adalah memiliki blog yang SEO friendly, maka pertanyaan mendasara adalah;

“Apakah single page bagus untuk SEO?”

Dan jawaban singkatnya adalah TIDAK.

Betapa kerasnya Anda mencoba, bermodalkan single page tidak akan bisa mengarahkan banyak lalu lintas pencarian (traffic).

Jadi jika berharap Google menjadi sumber utama traffic Anda, maka pemilihan single page adalah salah satu kesalahan terbesar.

Apabila Anda sudah membuatnya, maka sebaiknya segera memperbaiknya dengan mengubah ke website yang multipage.

Note: Dengan catatan, traffic yang Anda target adalah berasal dari Google.

Namun, setiap bisnis yang berbeda maka akan memiliki kebutuhan yang berbeda.

Pada titik tertentu, Anda mungkin tidak memiliki sumber daya dan rencana strategis tentang website dengan kualitas SEO tinggi.

Jika ini masalahnya, dan tujuan SEO Anda hanya bisa dilakukan ketika orang langsung mencari produk Anda (ditambahkan dengan beberapa keyword yang penting), maka single page bisa Anda terapkan.

Apabila saat ini bisnis Anda mengarah ke single page, maka ada beberapa poin yang perlu Anda perhatikan.

1. Single Page Lebih Murah, Lebih Cepat Dibuat, dan Mudah ‘Dirawat’

Ada banyak sekali situs/software/plugin gratis yang bisa membantu Anda untuk membuat single page misalnya Wix, Strikingli, IM Creator, atau Elementor. Tentu, ini adalah salah satu alasan mengapa banyak orang menggunakan single page.

2. Single Page Lebih Memanjakan Pengguna Mobile

Pertama, karena single page mudah beradaptasi dengan program mobile karena rancangannya sebagian besar tetap sama (tidak ada struktur navigasi yang rumit yang perlu dipikirkan untuk versi mobile).

Kedua, pada versi mobile, orang lebih memilih scrolling daripada klik. Dengan layar yang lebih kecil, maka scrolling dirasa lebih nyaman sambil menunggu konten yang keluar.

3. Memiliki Rasio Konversi yang Lebih Tinggi

Ini adalah salah satu alasan utama mengapa banyak yang menggunakan single page, yaitu karena nilai konversinya (convertion rate) yang tinggi.

Mengapa?

Karena semua hal dipasang pada satu halaman, termasuk tombol call to action yang bisa langsung berujung pada konversi. Proses yang lebih cepat ini banyak disukai orang.

Kedengarannya tidak seburuk seperti yang digambarkan di awal ya tentang penggunaan single page.

Tapi apabila Anda atau klien Anda memilih untuk membuat single page, maka itulah alasan yang perlu Anda ketahui tentang bagaimana kemampuan single page di mesin pencari.

Langkah Kedua, Membuat Single Page Lebih SEO Friendly

Memang, SEO dari single page tidak sebagus website yang multipage.

Namun bukan berarti tidak bisa dimaksimalkan untuk SEO-nya.

Cobalah beberapa sentuhan berikut untuk memaksimalkan SEO pada website single page Anda.

1. Perencanaan dan Pemetaan Keyword

Kita semuanya mungkin sudah tahu dan tidak perlu dijelaskan lagi betapa pentingnya untuk research dan memetakan kata kunci untuk bersaing dengan website-website lain.

  • Lakukan Research Keyword Secara Mendalam

Dengan website single page, hampir tidak ada kemungkinan Anda akan mendapatkan traffic dari long tail keyword (kata kunci memanjang).

Dan Anda tidak bisa memasukkan banyak keyword yang relevan dalam single page Anda karena konten yaang terbatas.

Untuk itu, Anda harus benar-benar menambahkan kata kunci yang sangat jitu agar single page Anda ikut bersaing dalam traffic Google.

  • Tambahkan Keyword Tematik dalam Konten

website single page

SEO bukan hanya sekadar kata kunci, tapi juga soal relevansi. Semakin relevan single page Anda dengan yang diminta banyak orang, semakin besar kesempatan bagi single page Anda untuk mendapatkan peringkat yang lebih tinggi.

2. Struktur dan Optimasi Konten

Setelah Anda menemukan kata kunci yang sesuai untuk setiap bagian single page, maka sekarang saatnya untuk membedakan bagian crawler (perayapan) dan mengoptimalkannya.

  • Pisahkan Bagian Konten dengan <div>

Cara terbaik untuk memisahkan dan mengklasifikasikan setap bagian pada situs single page adalah dengan membungkusnya masing-masing dipisahkan dengan <div>.

Jika Anda tidak yakin apa itu <div>, Anda dapat berkonsultasi dengan web developer Anda.

  • Buat Tag H1 untuk Masing-Masing Bagian

Apakah Anda cuku terkejut?

Memang, biasanya Anda mungkin dianjurkan untuk hanya menggunakan satu tag H1 pada setiap halaman di website Anda, karena H1 adalah untuk menunjukkan keseluruhan isi dari page Anda.

Namun jika single page, sejumlah tag H1 dapat mengindikasikan pemisahan konten. Tapi sebaiknya tidak menggunakan lebih dari satu H1 untuk setiap bagian.

Untuk membuat konten yang menarik, Anda bisa baca di situs www.TipsCopywriting.com dan temukan rahasia membuat konten viral.

  • Optimalkan Setiap Bagian untuk Kata Kuncinya

Sekarang kembali pada beberapa keyword yang telah Anda kumpulkan setiap konten.

Pastikan untuk menyertakannya ke dalam tag H1, image alt tags, dalam konten itu sendiri, dan ID <div> Anda (nanti tidak akan berpengaruh terhadap SEO karena crawler tidak memperhatikan tag CSS, tapi akan memerlukan ID keyword-rich untuk mengoptimalkan anchor URL Anda.

3. Menyiapkan Anchor Link

Anchor link adalah tautan yang membawa Anda ke website/page tertentu dalam laman web.

Pada kasus website single page, maka anchor link ini berguna sebagai navigasi yang mana untuk mengarahkan konten yang tetap pada page tersebut.

Karena kita tahu bahwa Google memperhitungkannya saat merayapi situs web, kita harus menggunakan kesempatan ini untuk pengoptimalan keyword.

Untuk melakukan itu, Anda hanya perlu mengatur anchor lin untuk mengirim pengguna ke ID <div> kata kunci yang dioptimalkan.

1. Keyword-Rich <div> id dari salah satu bagian konten Anda
<div id=”flower-delivery-services”>
2. Anchor link pada navigasi menu di atas, yang mengirim pengguna ke bagian konten tertentu dan memiliki kata kunci di dalamnya:
<a href=”#flower-delivery-services”>Flower+Delivery+Services</a>

Namun yang perlu diperhatikan adalah selain mengandung keyword-rich, anchor lin Anda juga harus masuk akal dalam keseluruhan konteks single page Anda sehingga pengguna Anda tidak merasa dengan navigasi menu Anda.

4. Optimalkan Kecepatan Situs Single Page

Sekarang semua konten dan sumber daya Anda berada dalam satu halaman, ini bisa menjadikan website single page Anda lambat.

Itulah mengapa Anda harus memastikan bahwa single page tersebut masih nyaman untuk diakses atau tidak terlalu berat. Caranya adalah dengan memanfaatkan efek ‘Lazy Load’.

Lazy load ini berarti konten baru akan dimuat secara dinamis saat user men-scroll atau menavigasikannya.

Jadi hanya konten yang muncul adalah konten yang pada saat itu dibuka oleh user.

Ini sama sekali tidak memberatkan server dan memberikan user kenyamanan dalam mengakses (terutama pada perangkat mobile dengan bandwidth terbatas).

5. Membangun Backlink

Link building sangat penting untuk semua situs, terutama pada situs yang tanpa banyak artikel. Namun karena optimasi on page yang biasa Anda lakukan sangat terbatas, Anda harus lebih mengandalkan link ke drive ranking dan traffic.

Langkah Ketiga, Melakukan Analisa

Salah satu yang perlu Anda perhatikan ketika membuat website single page adalah analytic-nya.

 

Ini bahkan jauh lebih sulit dari pada melakukan analisa website multipages. Di situs multipages, Anda bisa melihat tayangan laman dan konversi untuk mengetahui bagian mana yang berhasil atau tidak.

Sementara di situs single page (dengan penyiapan akun Google Analytics standar), semua tampilan halaman Anda akan dihitung sebagai bounced.

Solusinya adalah dengan menyiapkan Google Analytics untuk melacak fragments URL (siteAnda.com#section-one) sebagai pageviews.

Kesimpulannya..

Meskipun website single page tidak ideal untuk setiap bisnis, namun Anda mungkin masih menganggapnya cukup tepat untuk tujuan bisnis Anda saat ini.

Yang perlu digaris bawahi di sini adalah Anda memerlukan usaha tambahan untuk menjadikannya halaman yang SEO friendly.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *